E-Book
639 artikel
Seni Hidup Tenang di Usia Muda
Muhammad Chandra
Masa muda adalah masa keemasan. Pada masa ini baik tubuh, akal, maupun pikiran sedang berada dalam performa terbaiknya. Masa muda juga memiliki banyak sekali keutamaan sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karenanya, para pemuda harus memanfaatkan masa keemasan ini serta mengeluarkan segenap potensi yang ada pada diri mereka. Namun, tak bisa dipungkiri pula bahwa problematik masa muda amatlah banyak. Sehingga hal itu sering kali menghambat para pemuda, membuat mereka depresi, bahkan ada yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Nauzubillah min dzalik. Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta’ala, buku ini hadir di tengah-tengah kita. Buku ini akan membantu para pemuda untuk melewati masa mudanya dengan tenang. Tanpa ada sesuatu yang mengganggu jiwa maupun membebani pikiran mereka. Buku ini berisi ajaran-ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang terbukti ampuh dalam menciptakan ketenangan hidup. Sehingga para pemuda dapat memanfaatkan masa mudanya dengan sebaik mungkin.
Selengkapnya →
Sempurna (Perfect)
Cecelia Ahern
Kesempurnaan hidup… Ya! Celestine North hidup dalam kondisi masyarakat yang menuntut kesempurnaan dalam hidup. Labelnya sebagai Flawed membuat seluruh hidupnya harus diatur oleh sistem negara. Segala kebebasan dalam hidupnya lenyap. Di tengah itu semua, hanya ada satu orang yang masih memercayainya: Carrick. Bersama Carrick, Celestine berusaha menghancurkan seluruh sistem yang didesain untuk para Flawed. Namun, keadaan itu memaksa Celestine untuk memilih menyelamatkan diri sendiri atau menanggung risiko besar untuk menyelamatkan para Flawed.
Selengkapnya →
Selected Poems and Sonnets of Edna St. Vincent Millay
Edna St. Vincent Millay
My candle burns at both ends; It will not last the night; But ah, my foes, and oh, my friends— It gives a lovely light! First Fig
Selengkapnya →
Selama Laut Masih Bergelombang
Mariati Atkah
Selama laut masih bergelombang Dan moke masih terus dituang Mendampingi kunyahan sirih pinang Gelas-gelas akan tetap menengadah Mengharap jatuhnya tetes-tetes baru Melunasi luka-luka
Selengkapnya →
Segi tiga
Sapardi Djoko Damono
Percayakah kau pada ganasnya cinta pertama? Pernahkah kau berpikir bahwa cinta pertama diciptakan Juru Dongeng agar perempuan seperti kita ini tidak henti-hentinya kacau pikirannya, agar gadis-gadis baik seperti kita ini sering sekali tidak bisa tidur nyenyak? Kisah yang dirakit Juru Dongeng untukku itu mungkin tidak berlaku untuk semua gadis sepertimu, namun seandainya pada suatu ketika nanti dirakit untukmu oleh Juru Dongeng janganlah kau menganggap itu hanya terjadi padamu dan karenanya membuatmu merasa ciut atau malah mengobarkan marahmu dan membusuk-busukkan Juru Dongeng kita itu. Ia ada sebab kita ada, atau sebaliknya: kita ada dan karenanya Sang Juru Dongeng itu ada. Dalam Segi Tiga, Sapardi Djoko Damono tidak hanya mendedah bagaimana rumitnya hubungan di antara tokoh-tokoh novel, juga kelindan di antara tokoh-tokoh novel dan Juru Dongeng yang misterius.
Selengkapnya →
Jalan Baru Kepemimpinan & Pendidikan [: Jawaban atas Tantangan Disrupsi-Inovatif]
Haryatmoko
Buku ini memaparkan upaya mengubah sistem pendidikan. Tujuannya adalah menjawab tantangan disrupsi-inovatif Revolusi Industri 4.0. Teknologi digital menjadi ekosistem inovasi dalam model platform yang mengubah bisnis berkat orientasi ke kepuasan pengguna. Orientasi ini mendorong inovasi meskipun sering memicu disrupsi. Menghadapi disrupsi, model kepemimpinan harus berubah, bukan lagi bersifat hierarkis atau sentralistis, melainkan menjadi seperti jejaring-simpul-jala ikan. Kepemimpinan seperti ini lebih lincah dan resilient menghadapi ketidakpastian. Perubahan model bisnis dan kepemimpinan itu menuntut keterampilan dan kompetensi baru yang fungsinya mendorong inovasi. Maka, sistem pendidikan harus berubah. Perubahannya dimulai dengan pola pikir pendidik untuk menghadapi: (i) keterampilan era digital yang membutuhkan latihan, metode dan, komunikasi pembelajaran baru; (ii) materi pembelajaran yang lebih menekankan kreativitas; (iii) cara belajar generasi digital yang berbeda dengan generasi pendidik; (iv) perubahan strategi penempatan pembelajar: metode dan komunikasi pedagogi diarahkan ke kerja sama saling menguntungkan demi inovasi. Tidak hanya itu, pendidikan karakter juga perlu diintegrasikan ke semua materi pembelajaran dan pelatihan. Tujuannya adalah untuk membentuk integritas pribadi, altruisme, jiwa kepemimpinan, kerja sama, dan sikap kritis. Dengan itu, pembelajar menjadi kritis, kreatif, dan melek media sehingga selektif terhadap informasi. Buku Jalan Baru Kepemimpinan dan Pendidikan ini akan memberi kerangka bagi setiap orang yang menganggap dirinya sebagai pembelajar untuk menghadapi dua bahaya: (i) kecenderungan post-truth yang sarat hoax serta rentan memicu emosi sosial dan (ii) perkembangan radikalisme agama yang menyasar kalangan pembelajar.
Selengkapnya →
Hari Pertama Zaki Masuk Sekolah
Widya Ross
Hari ini hari pertama Zaki masuk sekolah. Tapi Zaki malah asyik bermain air. Padahal Zaki harus tiba di sekolah pagi-pagi sekali! Ibu jadi khawatir dibuatnya. Bagaimana kelanjutan nasib Zaki yang hampir terlambat di hari pertama sekolah? Kita baca bersama, ya!
Selengkapnya →
Green Smoothie - Tumpas Penyakit dan Tingkatkan Kekebalan Tubuh dengan Jus Hijau
Ade Aprilia
Sudah yakinkah Anda dengan gaya hidup Anda? Atau malahan, Anda masih sering sakit-sakitan dan kesehatan semakin menurun? Bagaimana bila Jus Hijau bisa mengatasi masalah ini dengan menggerus racun-racun yang mengendap di dalam tubuh Anda? Tak hanya itu, JUs Hijau memiliki kemampuan untuk membersihkan dan mempercantik kulit, meningkatkan imunitas, dan membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat. "Jus Hijau adalah seporsi jus yang terdiri dari tiga jenis sayuran hijau, dua jenis buah-buahan, dan air."
Selengkapnya →
Good Habits, Bad Habits [: Cara Membentuk Kebiasaan Baik untuk Menghasilkan Perubahan Positif]
Wendy Wood
Kita menghabiskan 43% hari kita melakukan tindakan tanpa memikirkannya. Cara kita merespons orang dan membawa diri dalam rapat, apa yang kita beli, serta kapan dan bagaimana kita berolahraga, makan, dan minum—semua itu kita lakukan tanpa sadar sebagai hasil dari kebiasaan. Namun, ketika ingin mengubah diri, kita berharap diri sadar kita, keteguhan dan niat kita, cukup untuk menghasilkan perubahan yang positif. Itulah sebabnya, kita hampir selalu gagal. Lalu bagaimana kalau kita bisa mengasah kekuatan luar biasa pikiran bawah sadar, yang sudah menentukan begitu banyak tindakan kita, agar kita benar-benar mencapai sasaran yang kita tetapkan? Berdasarkan penelitian selama tiga dekade, Wendy Wood menunjukkan—dari segi ilmiah yang menarik—bagaimana kita membentuk kebiasaan dan menawarkan cara memanfaatkan kebiasaan itu untuk melakukan perubahan. Good Habits, Bad Habits yang merupakan perpaduan dari ilmu saraf, studi kasus, dan percobaan di laboratoriumnya adalah buku yang menyeluruh, mudah dipahami, dan sangat praktis, yang akan mengubah cara pikir Anda tentang hampir segala aspek kehidupan. Kekuatan tekad saja tidaklah cukup bila Anda ingin mencapai kehidupan yang Anda impikan. Buku ini menawarkan harapan nyata bagi Anda yang ingin melakukan perubahan positif. *** “Debut yang mencerahkan…. Penelitian dan perspektifnya tentang bagaimana kebiasaan bisa dengan mudah dikendalikan memberikan harapan kepada mereka yang mencari cara menciptakan perubahan sikap yang berdampak panjang.” Publishers Weekly (starred review) “Tidak ada yang mempelajari bagaimana kebiasaan terbentuk dan memengaruhi perilaku dengan lebih baik daripada Wendy Wood.” Robert B. Cialdini, penulis Influence dan Pre-Suasion
Selengkapnya →
Gong Nyai Gandrung
Sekar Ayu Asmara
Sebagai pengantin baru, Waru dan Kintan, mulai berburu rumah untuk mereka tempati berdua. Pilihan mereka pun jatuh pada sebuah rumah di daerah Magelang. Saat melihat foto-foto rumah itu dari sang broker, seketika mereka jatuh cinta dengan penampakan setiap ruangannya. Pertama tiba di rumah itu, mereka disambut Pak Wage dan Mbok Jum, sang penjaga rumah, yang begitu ramah dan siap sedia membantu mereka. Semakin menelusuri rumah besar itu, mereka mulai menemukan ruanganruangan baru yang menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi pendopo di halaman belakang, yang tak ditunjukkan sang broker dalam foto-fotonya; ruang bawah tanah, tempat koleksi buku-buku tua berbahasa Jawa dan Belanda, serta lukisan-lukisan sosok kuda; dan peralatan gamelan beserta gongnya yang menumpuk debu di gudang. Setelah menemukan gong itu, Waru dan Kintan mulai dihantui mimpi buruk, bahkan terbangun tengah malam, mendengar suara kuda, dan melihat sosok yang kemudian menghilang. Sebenarnya ada apa di rumah itu?
Selengkapnya →
Generation Gap(less) [: Seni Menjalin Relasi Antargenerasi]
Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu
Kesenjangan generasi alias generation gap menjadi topik menarik yang booming di dunia kerja lima tahun belakangan ini. Hal ini dipicu oleh banyaknya generasi yang berbeda dalam satu perusahaan di masa kini. Kami melihat bahwa kebutuhan untuk memahami gaya komunikasi berbagai generasi ini menjadi hal mendesak untuk disosialisasikan oleh perusahaan. Generation Gap(less) hadir guna membantu Anda untuk: •• Mengenali latar belakang masing-masing generasi; •• Memahami generasi milenial yang menempati porsi terbesar dalam dunia kerja saat ini; •• Mengatur strategi komunikasi yang efektif antargenerasi; •• Menyusun gaya komunikasi yang tepat bagi masing-masing generasi; dan •• Memahami potensi gen Z sebagai pelaku kerja potensial masa depan.
Selengkapnya →
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)
Murata Sayaka
Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal, walau ia tidak tahu “normal” itu seperti apa. Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan identitas baru sebagai “pegawai minimarket”. Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia minimarket yang dicintainya selama ini...
Selengkapnya →