E-Book
639 artikel
Pengaruh Internet pada Gaya Hidup Mahasiswa
Restu Nur Hidayah
Apa Jadinya Kalau Mahasiswa Enggak Punya Koneksi Internet? Termasuk mahasiswa kekinian, pasti bingung gimana caranya bisa ngetren kalau tidak ada koneksi internet. Yuk kita simak, apa jadinya mahasiswa kalau tidak ada internet.
Selengkapnya →
Sri Lanka, Budha dan Tamil
Pusat Data dan Analisa Tempo
Pernyataan Pel Pola Vipassi agar ajaran Budha Mahayana di Jepang masuk ke Sri Lanka, dimaksudkan agar ada kerja sama dan Yen masuk Sri Lanka. Tapi dilarang Pemimpin Budha, Labugama Lakananda. KEBANGGAAN umat Budha Sri Lanka, yang selama 2.300 tahun dengan cermat memelihara ajaran Budha Theravada, kini terusik.
Selengkapnya →
Perkembangan Budha Awal Tahun 1970an Sebagai Tonggak Perubahan Budha Indonesia
Pusat Data dan Analisa Tempo
Pemeluk agama Budha merayakan Upacara Waisak di Candi Mendut dan Borobudur, tujuan peringatan adalah untuk menangkap semangat Spiritual Budha Gautama. Itu merupakan prosesi agama yang gempita.
Selengkapnya →
Bali dan Penantian Garuda Wisnu Kencana
Pusat Data dan Analisa Tempo
PROYEK patung Garuda Wisnu Kencana yang dimulai pada 2013 akhirnya rampung. Patung rancangan Nuarta tersebut lebih tinggi daripada patung Liberty di New York, Amerika Serikat, yang tingginya 97 meter.
Selengkapnya →
Tulamben, Bali Indahnya Bangkai Kapal Perang Amerika
Choirul Aminuddin et. al.
Bali tak hanya wisata budaya, tapi juga dikenal dengan destinasi wisata bahari. Berbicara tentang wisata yang satu ini, nama Tulamben sebagai tempat penyelaman sudah terkenal ke mancanegara. Bagi penggemar selam, Tulamben yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali Timur, jadi salah satu favorit. Karena arus di pantai stabil dan suhunya hangat, hanya perlu menyelam sekitar 10 meter untuk menikmati pemandangan bawah laut, tempat ini sangat populer di kalangan pemula selam. Keanekaragaman hayati bawa laut Tulamben sangat kaya: siput laut, kepiting, udang, ghost pipefish dan pygmy seahorse, hiu, ikan mola-mola dan sebagainya. Yang khas di tempat selam ini adalah bangkai kapal USAT Liberty Glo, yang ditumbuhi berbagai karang warna-warni.
Selengkapnya →
Kumpulan Cerita Hewan dengan Pengetahuan dan Aktivitas
Andika Dwi Purnomo
Buku ini berisi 19 cerita menarik dengan tokoh utama berbagai hewan. Buku ini juga dilengkapi ciri setiap hewan yang diceritakan. Tujuannya, supaya kalian dapat mengetahui ciri dan keunikan dari masing-masing hewan. Kalian pun dapat mengambil pelajaran berharga dari setiap ceritanya. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kalian, termasuk membantu kalian memiliki karakter yang makin baik.
Selengkapnya →
Aku Bisa Membaca Kalender
Tyas Widjati
Tahukah kalian, apa itu kalender? Kalender adalah daftar hari dan bulan dalam satu tahun. Kalender membantu kita membaca waktu. Lalu, bagaimana cara membaca kalender? Melalui kisah Si Kucing Kecil, Eca, dan Abel, kalian akan diajak belajar membaca kalender.
Selengkapnya →
Kumpulan Cerita Anak Muslim Berkarakter Hebat
Lina Herlina
"Kumpulan kisah penyemangat bagi anak muslim untuk membentuk karakter hebat. Ada Shofi dan Adit yang tidak pernah patah semangat dan giat belajar dengan segala keterbatasan. Rey yang memiliki keluarga berlebih, tetapi tidak sombong. Serta Sinta yang bersikap jujur saat menghadapi ulangan. Hem, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, ya? Penasaran sekali, kan? Langsung kita baca kisahnya, yuk!" Penulis: Lina Herlina
Selengkapnya →
Dongeng Pembentuk Karakter Syukur
Anisa Widiyarti
"Kura-Kura ingin seperti hewan-hewan lainnya yang dapat bergerak dengan cepat tanpa terbebani cangkang yang berat seperti dirinya. Si Landak lain lagi ceritanya. Ia ingin menghilangkan duri-duri yang ada di tubuhnya. Zebi Zebra juga ingin menutupi belang-belang yang ada di tubuhya. Apa yang terjadi dengan mereka, ya? Apa mereka tidak bersyukur dengan berbagai kelebihan yang mereka miliki? Buku ini berisi sepuluh dongeng fabel tentang rasa syukur. Ada cerita tentang Kura-Kura dengan cangkangnya, si Landak dengan durinya, Zebi Zebra dengan belang-belang di tubuhnya, dan masih banyak lagi. Cerita-cerita seru mereka akan menginspirasi kalian agar lebih bersyukur dengan setiap keadaan yang ada. Makin penasaran, kan? Segera baca, yuk!" Penulis: Anisa Widiyarti
Selengkapnya →
Serunya Musim Hujan, Asyiknya Musim Kemarau
Anisa Widiyarti
"Pernahkah kalian mengeluhkan cuaca yang terjadi? Saat cuaca hujan, mungkin ada yang menginginkan cuaca cerah. Namun, saat cuaca cerah atau musim kemarau, ada yang mengharapkan hujan. Tahukah kalian, setiap cuaca sebenarnya memiliki manfaat? Nah, kumpulan kisah dalam buku ini akan mengajak kalian untuk menikmati setiap cuaca beserta fakta-fakta serunya. Yuk, segera kita baca dan mari kita syukuri apa pun cuaca yang sedang berlangsung." Penulis: Anisa Widiyarti
Selengkapnya →
Gajah Mada: SangaTurangga Paksowani
Langit Kresna Hariadi
"Aku tetap bersikukuh pada permintaanku yang telah kukirim berulang kali. Aku tetap meminta agar Sunda segera menyatakan diri bergabung dengan Majapahit karena masalah yang dihadapi Sunda Galuh sama dengan yang harus dihadapi Majapahit. Sampaikan kepada rajamu, hari inilah saatnya untuk menentukan sikap, akan tetap berdiri sendiri atau tuntuk pada kehendak kelompok yang lebih besar. Tidak ada tawar-menawar lagi. Kehadiran temanten dari Sunda Galuh kali ini sekaligus merupakan pernyataan bahwa Sunda Galuh bersedia tunduk menjadi bagian dari Majapahit." Pengulangan ucapan Gajah Mada yang disampikan Tumenggung Larang Agung itu memaksa udara ikut berhenti bergerak dan menyihir orang-orang Sunda Galuh untuk terjerembab dalam kubangan perasaan sewarna marah! Serentak, pada pengiring Maharaja Linggabuana mengambil sikap. Semua menyingsingkan kain wiron dan mengubah letak kujang ke pinggang masing-masing, serta melepas tali pengikat pedang untuk memudahkan ketika melolos pedang itu dari sarungnya.
Selengkapnya →
Gajah Mada: Hamukti Moksa
Langit Kresna Hariadi
Dengan kebebasan yang aku miliki, aku bisa berada di mana pun dalam waktu lama tanpa harus terganggu oleh keinginan pulang. Lebih dari itu, aku berharap apa yang kulakukan itu akan menyempurnakan pilihan akhir hidupku dalam semangat hamukti moksa. Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara.
Selengkapnya →